Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa kekerasan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (2/7/2009). Sebelum aksi pembakaran, warga terlebih dahulu dipaksa keluar rumah oleh ratusan orang pria tak dikenal. Mereka diduga kuat orang suruhan perusahaan perkebunan itu. Warga yang menolak mengosongkan rumahnya diancam akan dibunuh.
"Setelah warga keluar dari rumah, barulah para preman itu menyiram bensin yang selanjutnya rumahpun dibakar. Warga kami tidak berdaya, karena jumlah preman jauh lebih banyak ketimbang warga," kata M Nasir, Dewan Pimpinan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPTKS), kepada detikcom, Jumat (3/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari penjualan yang tidak sah itu, perusahaan yang diduga milik pengusaha terkenal itu kemudian mengklaim tanah warga. Mereka juga meminta warga segera hengkang dari lahannya sendiri. Namun karena merasa tidak pernah menjual, warga menolak mentah-mentah permintaan pindah itu.
"Kami tidak pernah menjual lahan kami. Hanya oknum OKP yang menjual mengatasnamakan masyarakat. Tapi anehnya perusahaan itu membabibuta untuk terus menyerobot lahan kami dengan mengerahkan preman dan membakar rumah warga," keluh M Nasir.
Akibat kekejaman perusahaan itu, banyak warga yang melarikan diri ke hutan karena ketakutan. Dan sampai saat ini mereka belum diketahui keberadaanya.
"Puluhan warga terpaksa mengungsi ke rumah sanak familinya dan sebagian lagi melarikan diri ke dalam hutan," terang Nasir.
Kapolda Riau, Brigjen Adji Rustam Ramdja mengaku belum menerima laporan soal aksi pembakaran rumah warga Rokan Hulu tersebut. Namu Adji berjanji akan menindaklanjuti informasi itu.
"Coba nanti saya tanyakan ke Kapolres di sana, atau wartawan sendiri yang menghubungi Kapolresnya," kata Kapolda Riau.
Dihubungi terpisah anggota DPRD Riau, Syafruddin Saad, mengatakan telah menerima laporan kejadian tersebut. Namun demikian, Syafrudin mengaku belum mengetahu secara detil aksi kekerasan tersebut.
"Bagaimana kronologisnya ini yang belum diketahui. Kita juga lagi mencari info yang akurat soal pembakaran rumah warga itu," katanya.
(cha/djo)










































