Gubernur Sumsel Berharap Rafa-Rafi Dapat Diselamatkan

Bayi Kembar Siam

Gubernur Sumsel Berharap Rafa-Rafi Dapat Diselamatkan

- detikNews
Jumat, 03 Jul 2009 03:20 WIB
Gubernur Sumsel Berharap Rafa-Rafi Dapat Diselamatkan
Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta tim dokter yang menangani bayi kembar siam untuk mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan bayi Apriyanti yang bernama Rafa dan Rafi. Alex berjanji akan
membantu kelancaran proses pemisahan yang akan dilakukan dokter ahli Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan RSUP Dr Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.

"Saya sudah dapat informasi mengenai kondisi bayi kembar siam, tapi belum
sempat membesuk mereka," kata Alex Noerdin kepada pers, di rumah pribadinya, Jalan Merdeka, Palembang, Kamis (02/07/2009).

Dia mengingatkan kasus bayi kembar siam Yesa-Yesi asal Palembang, yang
mengalami dempet dada dan perut yang penanangannya sampai ke RS Cipto
Mangukusumo (RSCM) di Jakarta dan berhasil dilakukan operasi pemisahan.
Namun sayangnya, pasca operasi jiwa kedua bayi tidak dapat diselamatkan dan
akhirnya meningga dunia.

Mendengar keyakinan tim dokter Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) bisa
melakukan operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam, Alex sangat
memberikan apresiasi dan pemerintah provinsi Sumsel akan membackup kebutuhan dan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan operasi. "Pemprov Sumsel sudah pasti akan memberikan dukungan," katanya.

Saat ditanya apakah secara pribadi keluarga besar Alex Noerdin akan membantu kembar siam asal Muaraenim, seperti yang dilakukan terhadap bayi kembar siam asal Palembang beberapa tahun lalu, Alex Noerdin mengatakan,

"Bantuan dari keluarga dan pribadi jelas ada. Namun tidak perlu disebutkan. Terpenting kita siap membantu dan bayi bisa diselamatkan."

Tunggu Sembilan Bulan

Untuk penanganan bayi kembar siam, RSMH Palembang membentuk tim dokter yang terdiri dari berbagai dokter spesialis yang dipimpin dr HM Nazir Hz SpA-Gizi
yang kesehariannya sebagai Kepala Instalasi dan Departemen Rawat Anak RSMH Palembang.

Kepada wartawan, Nazir mengatakan, saat ini tindakan pemisahan terhadap bayi kembar siam belum dapat dilakukan karena mengingat kondisi bayi yang masih lemah. Selain itu, dokter masih melakukan penelitian dan pemeriksaan kemungkinan adanya kelainan bawaan. Namun untuk dugaan awalnya, kemungkinan saluran pencernaan (usus) kedua bayi menyatu, begitu pun dengan paru-paru dan hati(liver). "Operasi bisa dilakukan jika bayi sudah kuat. Dan itu diperkirakan saat bayi berusia sembilan bulan," kata Nazir. (tw/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads