"Saya sebelumnya telah mengatakan bahwa saya punya restu dari Kelantan untuk menjadi mediator antara Fakhry dan Manohara," kata Datuk Kadar seperti dilansir Malay Mail, Kamis (2/7/2009).
Namun pernyataan Datuk Kadar tersebut konon mendapat bantahan dari kubu Kelantan. "Secepatnya Kelantan mengeluarkan pernyataan yang membantah keterlibatan saya dalam ini dan restu mereka," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum membantu bebasnya Manohara dari sebuah hotel di Singapura, Datuk Kahar juga mengunjungi Indonesia untuk bertemu ibunda Mano, Daisy Fajarina. Dalam konferensi pers yang digelar saat itu, Datuk Kahar mengaku utusan Kelantan dan akan membantu Daisy untuk bertemu putrinya.
Saat Mano dan Fakhry berada di Singapura untuk menjenguk Sultan Kelantan yang tengah dirawat di Mount Elizabeth Hospital, Datuk Kahar membantu Mano 'kabur'. Mano berhasil bebas dari Fakhry setelah mendapat bantuan dari polisi setempat.
Belum ada statemen signifikan dari Kelantan soal kasus Mano-Fakhry. Namun pihak kesultanan berpendapat, masalah Mano dan Fakhry adalah masalah pribadi dan boleh diselesaikan melalui jalur hukum.
(ken/nrl)










































