"Mereka belum bisa memberikan informasi tegas kalau memang jadi korban, kami berharap segera dipulangkan (jenazahnya)," kata paman Richa, Agus Riyanto, saat ditemui di kantor perwakilan Yemenia Air di Wirausaha Building, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (2/6/2009).
Agus mengatakan, kantor tempat keponakannya bekerja itu masih menuggu kabar dari Yemenia Air pusat. "Jawaban sama seperti Deplu, mereka juga masih menunggu data dari Kedutaan Indonesia di Komoro," sesalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk identifikasi karena menurut informasi dari berita, proses evakuasi belum selesai, korban juga belum ditemukan semua," kata Agus.
Bagaimana kondisi keluarga saat ini? "Keluarga sudah pasrah, tinggal menunggu kepastian," kata Agus.
Kabar bahwa Richa diduga menjadi korban dalam kecelakaan pesawat ini diterima keluarga pada 30 Juni 2009. Richa telah bekerja di maskapai ini selama dua tahun setelah lulus dari sekolah pariwisata di Yogyakarta.
(mad/ken)











































