Hal itu disampaikan Kapten Abdul Khaliq Al-Qhadi, ketua dewan direktur maskapai Yemenia Airlines milik pemerintah Yaman seperti dilansir Yemen Post , Kamis (2/7/2009).
Dalam konferensi pers di Sanaa, ibukota Yaman, Al-Qhadi mengatakan pembayaran tersebut merupakan angsuran pertama. Tidak disebutkan kapan pembayaran itu mulai dilakukan.
Yemenia juga akan menyiapkan penerbangan untuk membawa satu orang anggota dari setiap keluarga korban ke Komoro guna mengidentifikasi jasad-jasad korban yang telah ditemukan.
Al-Qhadi menekankan, kecelakaan itu bukan dikarenakan kondisi pesawat. Menurutnya, pesawat Airbus A310 tersebut telah diperiksa secara menyeluruh oleh tim produsen Airbus dua bulan lalu.
Pernyataan itu untuk membantah pejabat-pejabat Prancis yang menyebutkan hasil pemeriksaan tahun 2007 telah menemukan berbagai kesalahan pada pesawat tersebut. Menurut Al-Qhadi, apa yang terjadi sepenuhnya di luar kendali manusia.
Ditegaskannya, Yemenia menerapkan kebijakan ketat untuk memastikan pesawat-pesawat mereka beroperasi dengan baik, serta dengan perawatan reguler yang sesuai standar internasional.
(ita/nrl)











































