Pekerja yang tewas tertimbun adalah Mardan (43) dan Edi (18). Kedua korban yang berasal dari Babakan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram ini adalah ayah dan anak. Mereka sudah bekerja tiga hari, sebelum kejadian naas itu terjadi.
Kejadian bermula ketika Mardan dan Edi bersama empat pekerja lainnya memulai pengerjaan membangun gorong-gorong air, persis di samping jembatan Karang Bedil, Kota Mataram. Gorong-gorong berada lima meter di bawah jembatan yang bentangannya 30 meter ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kaget, kami hanya dengar bunyi tanah yang jatuh keras sekali. Setelah itu saya tidak tahu apa-apa," kata Budi, salah seorang pekerja yang selamat. Kecelakaan terjadi pukul 11.30 wita. Budi berhasil melompat bersama empat orang rekannya. Namun Budi pingsan lebih dari setengah jam.
Gusman, salah sorang saksi mata mengatakan, Mardan dan Edi berada di bagian paling dalam, sehingga tak sempat menyelamatkan diri. Saat itu mereka yang berada di bawah adalah para tukang. Sementara Gusman ada di bagian atas jembatan, mengaduk campuran semen dan pasir.
Tanah jembatan yang amblas sepanjang tujuh meter dengan lebar satu setengah meter. Tanah yang amblas ini sebagian adalah trotoar jalan yang sudah diberi pavinblok.
Evakuasi pertama kali dilakukan dengan manual menggunakan alat seadanya seperti cangkul, sekop dan linggis. Namun ini tak membuahkan hasil. Polisi dan Tim SAR lalu mengerahkan sekurangnya sembilan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air dengan harapan longsoran tanah menjadi bersih.
Sayang, semprotan air justru menyebabkan evakuasi semakin susah. Tanah longsoran menjadi semakin padat. Alat berat baru didatangkan pukul 02.00 wita. Namun karena medan yang sempit, korban baru berhasil dievakuasi pukul 15.30 wita tadi. Evakuasi juga semakin sulit karena kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian. Warga melintasi garis polisi dengan seenaknya.
Saat ditemukan, mayat Mardan dan Edi berada saling berdekatan dengan tubuh menekuk. Tubuh keduanya terlihat menghitam. Jenazah keduanya lalu dilarikan ke RSU Mataram.
(djo/djo)










































