Peserta tersebut berinisial AA. Dia mengikuti SNMPTN di SMAN 4 Surakarta pada kelompok IPS. Sejak awal panitia telah melarang semua peserta membawa HP ke ruangan ujian. Namun AA tetap membawa dengan menyembunyikannya lengan baju panjang.
Rupanya dia sudah ada kesepakatan dengan seseorang. Melalui HP itulah dia akan menerima SMS jawaban-jawaban soal ujian. Ulah AA ini diketahui panitia 15 menit semenit sebelum ujian selesai materi soal kedua pada hari pertama. Materi tes adalah bidang studi dasar meliputi matematika dasar, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengakuan AA kepada panitia, lanjut Syamsul, dia melakukan kesepakatan dengan seseorang yang bertemu dengannya ketika mengambil formulir pendaftaran SNMPTN di Kampus UNS. Saat itu disepakati AA membayar Rp 500 ribu untuk mendapat bocoran jawaban via SMS.
"Setelah disepakati, lalu nomor HP milik AA didaftarkan kepada orang tersebut. AA mengatakan calo-calo yang mengaku bisa mencarikan bocoran jawaban seperti itu banyak berseliweran di lokasi ketika dia mengambil formulir SNMPTN tersebut," lanjut Syamsul.
Ujian tulis SNMPTN di Solo diikuti 17.065 peserta. Jumlah tersebut terbagi menjadi kelompok IPA sebanyak 4262 orang, IPS 8430 orang dan IPC 4373 orang.
Panitia menemukan sebanyak 12 peserta beridentitas kembar, namun ketika dilakukan pengecekan tidak ditemukan adanya unsur perjokian. Identitas kembar tersebut terjadi karena yang bersangkutan membeli dua formulir karena melakukan kesalahan.
Pada hari pertama ujian SNMPTN, panitia memberikan pelayanan khusus kepada sejumlah peserta karena sakit dan karena kecelakaan sehingga harus mengikuti ujian di rumah sakit, serta beberapa peserta berkebutuhan khusus yakni pengguna kursi roda serta penderita tuna netra.
(mbr/djo)











































