Satu-satunya korban selamat itu adalah seorang remaja putri bernama Bakari Baya. Usianya 14 tahun. Demikian disampaikan koordinator Marseille untuk Serikat Solidaritas Komoro, Abdallah Ibrahim.
Gadis itu tinggal bersama keluarganya di Marseille, Prancis selatan. Saat musibah itu terjadi, dia berada di pesawat bersama ibunya.
"Tergantung pada kondisinya, dia bisa dievakuasi ke Prancis dan Madagaskar," Ibrahim seperti dilansir Reuters , Rabu (1/7/2009).
ABG tersebut berhasil diselamat petugas penyelamat saat sedang berenang di laut. Dia terlihat sedang berenang di antara sejumlah jasad korban dan serpihan pesawat.
Gadis tersebut saat ini masih dirawat di rumah sakit. "Dia sadar, dia bisa bicara. namun kami berusaha membuatnya hangat karena dia menggigil," kata dokter Ada Mansour.
Tim penyelamat sejauh ini telah menemukan beberapa jasad korban dan serpihan pesawat. Belum jelas apakah ada yang selamat dari tragedi itu selain remaja tersebut.
(ita/nrl)











































