Bandit Masih Berkeliaran di Jakarta

HUT Bhayangkara ke-63

Bandit Masih Berkeliaran di Jakarta

- detikNews
Rabu, 01 Jul 2009 11:08 WIB
Bandit Masih Berkeliaran di Jakarta
Jakarta - Polri memperingati HUT ke-63. Sejumlah pekerjaan rumah masih menumpuk. Beberapa kasus kriminal belum terungkap dan perampok pun masih berkeliaran menghantui warga ibukota.

Pengamatan detikcom, Rabu (1/7/2009), puluhan umbul-umbul dan ucapan selamat ulang tahun bertebaran di pagar serta halaman
Mapolres Jaksel di Jalan Wijaya II.

Meski demikian, Polres Jaksel tidak boleh lengah karena puluhan rampok masih berkeliaran di wilayah hukumnya. Seperti, 8 perampok yang berhasil menjebol ATM BCA di kawasan Kemang pada Senin 29 Juni 2009 dini hari.

8 Pelaku lolos setelah mobilnya diberondong peluru oleh polisi. "Masih kami kejar. Mereka komplotan spesialis rampok ATM," kataย  Wakapolsek Mampang Prapatan, AKP Sudiyani, usai mengamankan barang bukti di markasnya, Jalan Piere Tandean.

Tepat sepekan sebelumnya, 22 Juni 2009, warnet The Patch di Jalan Pejaten Timur, Pasar Minggu di satroni 6 rampok bersenjata api. Dalam sekejap, puluhan CPU dan monitor lenyap.

Perampok bersenjata api ini juga menyatroni rumah Ketua Fraksi Golkar, Priyo Budi Santoso pada akhir 2008.

Perampokan yang berakhir dengan kematianpun banyak yang belum terungkap. Seperti perampokan yang menimpa rumah pemilik Galeri Cemara di Pasar Minggu, awal 2008. Dalam kejahatan tersebut, 2 pembantu meregang nyawa usai dibacok pelaku.

"Masih terus kita kejar," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel, Kompol Subandi.

Di Jakarta Barat, misalnya sejumlah kasus kriminal belum terungkap. Pembunuh pun masih bebas berkeliaran di wilayah hukum Polres Jakbar tersebut.

2 kasus besar yang masih menggantung seperti pembunuhan Rosalina (25) di Kalideres dan Jovita (31) di Tanjung Duren. Rosalina, mahasiswi semester akhir Atmajaya dihabisi nyawanya Oktober 2008. Sementara Jovita, pengusaha pijat refleksi dibantai di apartemennya, awal Juni ini.

Kesulitan utama polisi pada kedua kasus tersebut karena korban tinggal sendirian. Rosalina di kamar kos, Jovita di apartemen. Sehingga, menurut Kanitreskrim Polres Jakbar Kompol Suyudi Ario Seto, komunikasi korban dengan orang terakhir sulit terlacak.

"Kalau Jovita sudah mengarah ke satu orang," kata Suyudi minggu lalu.

Selain pembunuhan, kasus-kasus premanisme dan narkoba masih ditunggu penyelesaiannya. Beberapa kali polisi merilis pelaku premanisme, judi maupun narkoba masih sebatas pelaku lapangan dan kelas teri.

(Ari/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads