Hingga kini lokasi persis jatuhnya pesawat belum diketahui. Dua pesawat militer Prancis dan sebuah kapal Prancis langsung dikerahkan untuk mencari pesawat tersebut.
"Dua pesawat militer Prancis telah berangkat dari kepulauan Mayotte dan Reunion untuk mencari zona lokasi, dan sebuah kapal Prancis telah bertolak dari Mayotte," kata Hadji Madi Ali, dirjen Bandara Internasional Moroni.
"Pesawat telah jatuh dan kami masih belum tahu dimana persisnya. Kami pikir itu di daerah Mitsamiouli," kata Wakil Presiden Comoros Idi Nadhoim seperti dilansir kantor berita Reuters , Selasa (30/6/2009).
Pesawat diyakini jatuh ke laut di kepulauan Comoros saat cuaca sangat buruk. Ombak laut tersebut sangat ganas.
"Cuaca sangat tidak mendukung. Laut sangat ganas," tutur Ibrahim Kassim, pejabat badan keamanan udara ASECNA (Badan Keamanan Aviasi dan Navigasi di Afrika dan Madagaskar).
Pesawat tersebut mengangkut 153 orang yang terdiri dari 142 penumpang, termasuk 3 bayi dan 11 kru. Para penumpang terdiri dari warga Prancis dan Comoros. Sejauh ini belum ada kabar mengenai ada tidaknya yang selamat dalam musibah ini.
Ini merupakan pesawat Airbus kedua yang jatuh ke laut bulan ini. Sebelumnya pesawat Airbus A330-200 milik maskapai penerbangan Prancis, Air France jatuh ke Samudera Atlantik pada 1 Juni lalu. Sebanyak 228 orang tewas.
(ita/nrl)











































