"Kami yakin kudeta itu tidak legal dan Presiden Zelaya masih tetap Presiden Honduras, presiden yang terpilih secara demokratis di sana," kata Obama kepada wartawan di Washington seperti dilansir kantor berita Reuters , Selasa (30/6/2009).
Zelaya yang menjabat sejak 2006 lalu, digulingkan dalam kudeta militer pada Minggu, 28 Juni lalu. Kudeta itu dipicu oleh rencana Zelaya untuk mengadakan referendum amandemen konstitusi guna memungkinan dirinya mengikuti kembali pemilihan presiden. Padahal berdasarkan konstitusi Honduras, seorang presiden hanya bisa menjabat satu periode saja.
Dalam kudeta itu, Zelaya dibawa dari kediamannya oleh pasukan Honduras dan diterbangkan ke Costa Rica untuk diasingkan. Kongres Honduras pun mengangkat ketua parlemen Roberto Micheletti sebagai presiden interim Honduras.
Uni Eropa dan sejumlah pemerintah asing telah menyatakan dukungan untuk Zelaya. Obama pun mengatakan, dirinya akan bekerja sama dengan Organization of American States dan institusi internasional lainnya untuk mengembalikan kekuasaan Zelaya.
(ita/nrl)











































