Namun kandidat oposisi yang kalah dalam pilpres, Mirhossein Mousavi telah menolak tawaran itu. Dia bersikeras agar pilpres 12 Juni lalu dibatalkan dan digelar pemilihan ulang.
Penghitungan suara telah dimulai di 22 distrik di Teheran juga di provinsi-provinsi. Demikian diberitakan stasiun televisi Iran, al-Alam seperti dilansir kantor berita Reuters , Senin (29/6/2009).
Belum diketahui kapan hasil penghitungan ulang itu akan diumumkan ke publik.
Hasil resmi penghitungan suara sebelumnya menyatakan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menang telak dalam pilpres. Namun Mousavi mengklaim kemenangan itu dikarenakan banyak kecurangan dalam pilpres.
Para pendukung Mousavi pun menggelar aksi protes jalanan yang telah berubah menjadi kerusuhan. Bahkan setidaknya 17 orang tewas dalam kerusuhan itu. Ratusan orang telah ditangkap otoritas Iran terkait unjuk rasa besar-besaran tersebut.
(ita/iy)











































