"Dengan melihat TMC ini, saya jadi tahu ruas jalan yang macet di Jakarta di mana saja," kata Dara (21), None DKI Jakarta 2007 kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Minggu (28/6/2009).
Di TMC, Dara dan teman-temnannya diberikan pengetahuan tentang lalu lintas dan call center 112 yang merupakan program quick respons. Mahasiswi Institut Teknik Bandung (ITB) jurusan Planologi itu berharap call center 112 tidak hanya slogan belaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Abang-None dan Koko-Cici Jakarta juga mengunjungi Samsat Keliling. "Sekarang saya nggak perlu lagi ke kantor Samsat. Kalau mau perpanjang STNK bisa langsung ke Samsat Keliling," jelas Dara.
Sebagai Duta Pariwisata, Dara merasa perlu diberikan pengetahuan mengenai lalu lintas di Jakarta. Berdasarkan pengalamannya ke negara-negara tetangga,
seperti Istanbul dan Perth, Indonesia mendapat protes akan kondisi lalu lintas di Indonesia.
"Selama ini kita pembelaan saja. Dengan pendidikan disini kita punya fondasi untuk menjelaskan ke negara-negara tetangga," katanya.
Sebelumnya, 240 Abang-None dan Koko-Cici Jakarta menggabar pesan di dinding (Mural) di traffic light Pancoran. Kunjungan para Abang-None dan Koko-Cici
Jakarta ini merupakan kerjasama antara Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Kombes Condro Kirono mengatakan, kunjungan Abang-None dan Koko-Cici Jakarta ini merupakan serangkaian acara menyambut
Hari Jadi Polri ke-63. "Bersama Abang-None dan Koko-Cici kita wujudkan kebersamaan tertib berlalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Condro. (mei/ken)