Menurut Kepala Media Officer Mousavi, Abolfazl Fateh, Mousavi tetap menolak hasil pemilu Iran yang dianggap curang. Dia tetap menuntut pemilu ulang di negeri para Mullah tersebut.
"Tekanan seperti apapun tidak akan merubah pandangan politik kita," ujar Fateh seperti dirilis kantor berita Iran, Irna, Minggu (28/6/2009). "Apapun upaya pengekangan tidak akan bisa merubah pandangan politik kami," dia menambahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Iran telah melakukan upaya represif untuk menghalau para demonstran yang menghendaki pemilu ulang di Iran. Banyak para demonstran ditangkap. Untuk membubarkan massa yang turun ke jalan, mereka menembakkan gas air mata.
Media pemerintah setempat memberitakan, 20 orang tewas dalam aksi penolakan hasil pemilu Iran 12 Juni lalu.
(anw/anw)











































