Demikian diberitakan stasiun televisi Swedia, SVT dan dilansir Chinaview , Sabtu (27/6/2009).
Dalam insiden itu, lebih dari 150 orang berkumpul di luar Kedubes Iran untuk memprotes rezim Iran. Saat itulah beberapa orang dari mereka menyerang gedung Kedubes dengan melemparkan batu dan merobohkan gerbang untuk masuk ke halaman Kedubes.
Para demonstran sebagian besar adalah warga Iran. Selain memprotes rezim Iran, massa juga mendesak penutupan Kedubes Iran di Swedia.
Menurut SVT, tiga demonstran terluka dalam insiden itu. Korban luka lainnya adalah seorang pegawai Kedubes. Pengorganisir demo mengatakan, ketiga demonstran terluka dalam bentrokan dengan beberapa personel keamanan Kedubes.
Dalam waktu cepat, situasi telah berhasil dikendalikan. "Sekarang kami telah kedatangan lebih dari 50 polisi dan semuanya terkendali," kata seorang perwira kepolisian Swedia.
Tadinya saat demo baru terjadi hanya ada empat polisi yang berjaga di luar Kedubes. Sebenarnya beberapa hari terakhir ini aksi demo kerap dilancarkan di luar Kedubes Iran di Stockholm. Namun aksi tersebut selalu berlangsung damai.
Unjuk rasa tersebut terjadi setelah terpilihnya kembali Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pemilihan presiden 12 Juni lalu. Pihak oposisi pimpinan Mirhossein Mousavi memprotes kemenangan Ahmadinejad dan mengklaim pilpres diwarnai banyak kecurangan.
(ita/ita)











































