Menengok Tempat Keramat Soekarno di Ende

Menengok Tempat Keramat Soekarno di Ende

- detikNews
Sabtu, 27 Jun 2009 13:50 WIB
Menengok Tempat Keramat Soekarno di Ende
Ende - Jejak telapak tangan dan dahi mantan Presiden Soekarno tampak jelas terlihat di ruangan 2x2 meter itu. Di ruang semedi tempat Soekarno menunaikan salat dan bertafakur, nyaris tidak ada yang berubah.

"Biasanya pejabat dari daerah atau pusat suka datang ke sini dan berdiam di ruangan ini," ujar penunggu rumah pengasingan Soekarno, Syafrudin Purawita saat bercerita di rumah tersebut, di Jl Gatot Subroto, Ende, NTT, Sabtu (27/6/2009).

Ruang semedi itu, terletak di bagian belakang rumah pengasingan Soekarno yang ditinggali oleh sang proklamator pada 1934-1938. Di rumah yang dahulunya milik penduduk sekitar, H Abdullah, Soekarno tinggal bersama istrinya Inggit Ganarsih, mertuanya Amsi, serta anak angkatnya Ratna Juami.

"Pak Soekarno biasa salat kemudian berdiam diri di ruangan ini," jelasnya.

Ruangan dengan lantai semen dan atap dari seng ini rupanya kemudian mengilhami sejumlah orang untuk bertafakur. Seorang bos BUMN besar, seorang perwira tinggi TNI, pengusaha, bahkan rakyat biasa kadang meminta izin tinggal di ruangan itu.

"Biasanya habis waktu Isya sampai Magrib," ujar Syafrudin.

Sebuah cerita menarik pernah terjadi beberapa tahun lalu. Saat itu, seorang perwira TNI berkeinginan untuk bertemu dengan Soekarno. Namun di tengah malam, saat berdiam diri, dia keluar dari ruangan.

"Bapak itu takut karena melihat asap putih," ujar Syafrudin.

Percaya atau tidak percaya, di rumah dengan 2 ruangan tidur dengan ruang tamu, serta ruang baca ini memang menyimpan banyak cerita. Tentunya yang utama rumah ini memiliki sejarah yang begitu berharga.

Selain benda-benda keramik, tongkat, lukisan karya Soekarno, terdapat pula naskah drama yang dibuat sendiri oleh sang proklamator. Naskah itu terpajang rapi di lemari di dalam kaca.

Rumah ini hanya mengalami satu kali renovasi pada tahun 1980-an dengan mengganti kerangka, seng, serta daun pintu rumah.

"Yang cukup berat soal biaya perawatannya, misalnya untuk menjaga kebersihan dan pengecatan rumah," ujar Syafrudin.

Rumah berukuran 9x12 meter ini memang masih membutuhkan perhatian. Padahal dalam buku tamu tercatat sejumlah nama tenar yang datang, mulai dari Guntur Soekarnoputra, Megawati, Prabowo, Hasyim Djojohadikusumo, dan juga Boediono.

(ndr/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads