"Siapa saja yang mengangkat senjata untuk bertempur dengan rakyat, mereka pantas akan eksekusi," kata Ayatollah Ahmed Khatami, seorang ulama berpengaruh.
Dikatakan Khatami, mereka yang mengganggu kedamaian dan merusak properti publik berarti "berperang dengan Tuhan" dan harus "ditangani tanpa ampun." Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters , Sabtu (27/6/2009).
Ulama tersebut juga mengecam para jurnalis asing. Menurutnya, mereka telah memberitakan berita-berita yang keliru.
Krisis politik di Iran bermula ketika Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dinyatakan memenangi pemilihan presiden Iran 12 Juni lalu. Penantang utama Ahmadinejad, Mirhossein Mousavi menentang kemenangan rivalnya itu. Menurutnya, Ahmadinejad menang karena pilpres tersebut begitu banyak kecurangan yang meluas dan sistematis.
Para pendukung Mousavi pun menggelar aksi demo besar-besaran untuk memprotes kemenangan Ahmadinejad. Aksi tersebut berubah menjadi kerusuhan yang telah menewaskan setidaknya 17 orang. Otoritas Iran juga telah menangkap ratusan orang, termasuk para wartawan, akademisi dan mahasiswa.
(ita/ita)











































