"Jangan memutarbalikkan fakta. Jangan karena kampanye pilpres lalu membuat sesuatu yang sesungguhnya tidak begitu," kata SBY dalam jumpa pers di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2009). SBY didampingi oleh Mensesneg Hatta Radjasa dan Menseskab Sudi Silalahi.
SBY tidak setuju jika dirinya dianggap berseberangan dengan semangat pemberantasan antikorupsi. Buktinya, di akhir tahun 2004, pemberantasan korupsi di Indonesia sangat agresif.
Saking gencarnya, beberapa pihak ada yang meminta supaya gebrakan dan kampanye antikorupsi yang dilakukan pemerintah mulai dikurangi karena dikhawatirkan dapat mengganggu beberapa sektor.
"Banyak yang mengatakan jangan diteruskan, takut mengganggu ini dan itu," paparnya.
SBY hanya ingin seluruh penegak hukum mengikuti aturan hukum serta kewenangan yang ada. Jangan sampai tindakan petugas justru membuat takut seluruh pihak.
"Penegak hukum tolong ikuti mekanisme yang benar dan aturan yang benar. Jangan membuat semua takut mengambil keputusan," tutupnya.
(mok/nrl)










































