"Ke depan Pemda setempat tentunya perlu menzona daerah-daerah yang berpotensi gas. Kalau zona itu diketahui, maka itu bisa dijadikan sebagai pondasi daerah mana yang bisa dilakukan pemboran untuk air dan daerah mana yang tidak. Kalaupun pemboran dilakukan harus dengan hati-hati," kata Kepala Badan Geologi R Sukyar usai Rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Meluapnya lumpur, diakui Sukyar, akibat adanya kegiatan pengadaan air bersih yang dilakukan dengan cara pengeboran di beberapa wilayah. Belakangan diketahui wilayah yang dibor tersebut terdapat kandungan gas dari gunung api tua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, dikatakan dia, pihaknya sudah melakukan penelitian mengenai tekanan gas di Kecamatan Pontang. Hingga saat ini, tekanan gas diketahui semakin melemah.
"Mudah-mudahan ini juga seperti itu bisa mengecil dalam waktu singkat," ungkapnya.
Meski demikian, Sukyar tidak bisa memastikan kapan lumpur tersebut akan berhenti meluap. Menurutnya memastikan kapan luapan tersebut akan berhenti sangatlah sukar karena terkait alam.
"Kita lihat, fakta-fakta empiris apa yang pernah terjadi disana sama seperti yang terjadi di kecamatan Pontang. Di Pontang itu dalam 9 bulan sudah padam sehingga waktu disana bisa kita buat sebagai benchmark karena lokasinya berdekatan," pungkasnya.
(nov/mad)











































