Setelah menyangkal menganiaya Manohara, kini kubu Pangeran Kelantan itu menyerang ibunda Manohara, Daisy Fajarina. Seperti diungkap kubu Fakhry sebelumnya, Daisy adalah seorang buron Perancis karena kasus penganiayaan.
Melalui blog bertajuk Truth Appeared dalam toughlane.blogspot.com, si empu blog membeberkan bukti-bukti keterlibatan Daisy dalam kasus penyiksaan fisik dan seksual terhadap Shaliha Lanti, Kamis (25/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa berkas itu berasal dari lembaga yang memberi perlindungan kepada Shaliha, dokter yang menanganinya, pengacara, polisi dan pengadilan. Salah satu berkas menceritakan bagaimana Shaliha mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari pasangan yang menikah di Perancis itu.
"Saat istrinya tidak ada (Daisy), Noack beberapa kali ke kamar saya dan melakukan kekerasan seksual," cerita Shaliha dalam pengakuannya di polisi.
Diakui Shaliha, kekerasan tidak hanya dilakukan oleh Noack tapi juga Daisy. "Dia memukulku dan menendang di muka, perut dan seluruh badanku. Itu bukan kejadian pertama, mereka juga memotong rambutku," kata Shaliha. Shaliha juga menceritakan, pasangan suami istri itu menahan paspornya sehingga dia tidak bisa pergi.
Karena kasus itu, pasangan suami istri yang kini telah bercerai itu dijatuhi hukuman penjara. Noack dihukum dengan 4 bulan penjara. Sedangkan Daisy lebih berat yakni 18 bulan penjara. Karena Daisy tidak pernah muncul, maka nama Daisy pun dimasukkan dalam daftar pencarian orang di Perancis.
(ken/iy)











































