Seorang saksi mata melaporkan bahwa terjadi bentrokan hebat di dekat gedung parlemen di Ibukota Tehran, Rabu (24/6/2009). Seperti yang dikutip dari BBC, polisi anti huru-hara memukuli demonstran dengan tongkat, menembakkan gas air mata dan water canon.
Aksi tegas kepolisian sebagai tindak lanjut dari pernyataan resmi Ayatollah Ali Khamenei yang menyerukan kepada protestan untuk menghentikan protes yang sudah menewaskan sedikitnya 17 orang, danย mendukung hasil pemilu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pemimpin demonstrasi penolakan hasil pemilu Iran, mantan Perdana Menteri Hossein Mousavi, tidak terlihat sepanjang hari. Mousavi hanya memberikan pernyataan melalui websitenya bahwa demonstrasi penolakan pemilu akan terus berlanjut.
(van/ndr)











































