temannya, Tn. Bisnis penyewaan truk miliknya pun nyaris bangkrut karena
truk-truknya disita oleh pihak leasing .
"Sekarang truk saya disita leasing karena saya dikira banyak utang," ujar Jn kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2009).
Puluhan truk miliknya kemudian disita leasing karena Jn dianggap memiliki banyak hutang. Leasing pun tak mempercayainya, akhirnya menyita aset-asetnya.
Jn menceritakan, awalnya akhir tahun 2007 lalu, Tn datang ke Jn untuk mencari ban. Jn kemudian mengenalkan Tn ke TJ, seorang pengusaha ban.
"Tahu-tahu, datang kiriman ban banyak banget. Karena pusing, saya bilang ke
Tn, tuh barang sudah ada, ambil sana," ucap Jn.
Tn pun kemudian mengambil barang tersebut. Jn mengatakan, saat itu Jn bahkan tidak meneken selembar pun tanda terima barang tersebut.
"Karena saya merasa nggak pernah memesan. Saya hanya tanya harga. Buat apa saya beli ratusan ban?" kilah Jn.
Namun, beberapa bulan setelah pengiriman barang, Tn menghilang dan meninggalkan sisa utang-utangnya terhadap TJ. Alhasil, Jn yang terkena getahnya.
Awalnya Jn membayarkan hutang Tn hingga Rp 103 juta. Total hutang Tn sendiri
sebesar Rp 300 juta. Hingga 19 Maret 2009, Jn tak lagi membayarkan hutang
Tn. Sejak saat itu, dia kerap didatangi oleh debt collector .
"Sampai masuk ke rumah, nunggu di dalam rumah saya. Anak-anak saya saja
ketakutan," kata Jn.
Karena tak lagi membayar, Jn kemudian diculik sepulang makan malam di kawasan Mangga Besar Dua, Jakarta Barat pada 13 Juni lalu. Dari tempat itu, Jn kemudian disekap di sebuah tempat karaoke.
Jn kemudian dipaksa membayar sisa utang Tn. Saat disekap, cincin, kalung berlian dan telepon selulernya dirampas oleh pelaku. Tak hanya itu, mobil BMW warna silver bernopol B 2123 RJ juga dibawa pelaku, yang tidak lain adalah suruhan TJ.
(mei/nwk)











































