Hal tersebut diungkapkan General Manager (GM) PT Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai, Heru Legowo, kepada wartawan di Denpasar, Rabu (24/6/2009).
"Ini berbeda dengan pilot pesawat Malaysia Airline yang pernah melaporkan kondisi kesehatan penumpangnya beberapa waktu lalu," ujar Heru.
Di sisi lain, sambung Heru, di Bandara Ngurah Rai tidak ada alat yang bisa langsung mendeteksi seseorang terjangkit flu babi atau tidak. "Jadi kita tetap akan melakukan pemeriksaan kesehatan penumpang yang datang seperti biasa (dengan alat pemantau suhu badan)," ujar Heru.
Dihubungi terpisah Humas Pemprov Bali, Putu Suardhika, menyatakan hal senada. Menurutnya, suhu tubuh Bobie tidak terdeteksi panas karena sebelumnya meminum obat penurun panas.
"Sebelum tiba di Denpasar dia minum obat jadi tidak terdeteksi alat pemantau suhu tubuh di Bandara Ngurah Rai," ujar Putu.
Bobie tiba di Denpasar pada Jumat 19 Juni lalu. Dia datang bersama sejumlah temannya untuk berlibur ke Pulau Dewata tersebut.
Bobie dilarikan ke RSUP Sanglah pada pukul 16.00 wita, Minggu (21/6/2009). Sebelumnya dia sempat menjalani perawatan di salah satu klinik di Nusa Dua karena menderita deman, pilek serta keluhan saluran pernapasan.
Informasi ini berbeda dengan apa yang disampaikan Menkes Siti Fadilah. Saat memberikan keterangan pers di Departeman Kesehatan (Depkes), Siti Fadilah menyatakan, suhu tubuh Bobie terdeteksi tinggi ketika tiba di Bandara Ngurah Rai sehingga dirawat di klinik. Karena ada tanda-tanda flu, BM pun dirujuk ke RS Sanglah.
(djo/iy)











































