Bantahan itu disampaikan Mano saat jumpa pers di kantor Hotman Paris, Gedung Summit Mas lantai 18, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (24/6/2009). Mano didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, ibunda Daisy Fajarina dan kakaknya, Dewi.
Hotman menjelaskan, penyiksaan yang dialami Mano dimulai sejak awal April hingga 20 April 2009.
"Sesudah 10 hari setelah luka-luka itu, Tengku mengajak Mano ke pulau yang ada di TV. Dan di situ, sudah dipersiapkan video seolah mereka mengumpulkan bukti-bukti," kata Hotman.
"Ada adegan Mano berenang, lompat itu setelah dia diberi pil, seolah-olah dia exciting, senang," kata Hotman.
Hal senada disampaikan Manohara. Perempuan berambut panjang ini tetap mengaku dianiaya Tengku Fakhry.
"Saya itu takut ketinggian. Melihat ikan kecil-kecil saja jijik. I don't know what they gave me. I just feel high," ujar Mano yang mengenakan gaun warna hijau ini.
Soal menonton pertandingan bola, Mano mengaku dipaksa untuk tersenyum. Padahal, dua hari sebelumnya Mano disayat-sayat. Dia dipaksa menonton pertandingan bola.
"Di situ ada salah satu TV station. Mano ingin memperlihatkan luka Mano. Tetapi tidak boleh, Mano tutup lagi dan memegang dada Mano," kata Mano.
(aan/iy)











































