"Sebagai mantan perokok saya terus berjuang untuk berhenti. Apakah saya kadang khilaf? Ya. Apakah saya perokok harian, perokok yang konstan? Tidak," kata Obama di berita konferensi seperti dikutip detikcom dari situs reuters, Selasa (23/6/2009).
Obama menjelaskan, kebiasaan buruknya tersebut ia sembunyikan dari keluarganya. Hingga saat ini dirinya masih terus berjuang agar lepas dari kecanduan rokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Undang-undang baru tentang rokok memberikan US Food and Drug Administration kuasa untuk membatasi secara ketat manufaktur dan pemasaran produk tembakau. Di Gedung Putih pada Senin (21/6/2009) lalu Obama mengatakan bahwa dirinya termasuk orang-orang yang hampir 90 persen dari perokok yang membawa kebiasaan merokok sebelum mereka berulang tahun ke-18.
Hampir 20 persen dari penduduk Amerika adalah perkok. Di AS, rokok membunuh sekitar 440.000 orang setiap tahunnya karena terkena kanker, jantung, dan penyakit lainnya.
(ape/sho)











































