Dalam beberapa bulan terakhir ini, kedua negara tempat mereka bekerja memang menjadi bulan-bulanan kritik atas kasus-kasus yang terjadi. Mulai dari penganiayaan TKI Siti Hajar, KDRT yang dialami Manohara Odelia Pinot, hingga tewasnya mahasiswa Indonesia, David Hartanto.
Dai menyesalkan adanya tuduhan Mano yang menyebut KBRI Malaysia telah menerima suap dari Kerajaan Kelantan. Dai meminta Mano mengungkapkan bukti adanya tuduhan tersebut kepada instansi negara.
"Kalau tidak benar, tolonglah, kami sudah mengupayakan sesuatu terhadap kasusnya," kata Dai dalam acara seminar "Kisah Perantau Indonesia di Negeri Orang" di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Selasa (23/6/2009).
Dai juga membantah jika dia memiliki konflik dengan Mano atas peristiwa tersebut. Meski suami Mano telah melaporkan balik Mano ke kepolisian Malaysia, Dai memastikan akan memihak pada Mano. "Tentu kami akan berpihak pada Manohara," jelas Dai.
Wardhana juga mengatakan hal yang sama. Dia membantah jika pihaknya dianggap lambat dalam menangani kasus meninggalnya David.
"Satu jam setelah David meninggal, pihak KBRI segera mengunjungi lokasi kejadian," tutur Wardhana.
KBRI juga melakukan koordinasi dengan pihak kampus dan kepolisian setempat untuk mengurus jenazah David. Namun akhirnya pihak keluarga memilih melakukan kremasi atas jenazah David. "Semua proses kita lakukan," tegasnya.
Mengenai perkembangan kasus kematian yang sudah masuk ke peradilan koroner, Wardhana meminta bersabar. Tidak lama lagi, peradilan akan memutuskan penyebab kematian David. "Kita sudah mencoba secara masksimal melindungi WNI di luar negeri," tegasnya.
(mok/sho)











































