Suripto: Kalau Saya Diteror Nggak Perlu Disadap

Suripto: Kalau Saya Diteror Nggak Perlu Disadap

- detikNews
Selasa, 23 Jun 2009 12:09 WIB
Suripto: Kalau Saya Diteror Nggak Perlu Disadap
Jakarta - Penyadapan yang dilakukan KPK berawal dari teror yang menimpa istri Antasari Azhar, Ida Laksmiwati, atas permintaan Antasari. Namun bagi Wakil Ketua Komisi III DPR Suripto, teror adalah hal biasa. Jika itu menimpa dirinya, dia tidak perlu minta ada penyadapan pada pihak yang dicurigai.

"Kalau saya biasa diteror, fisik pun juga pernah, nggak perlu disadap," kata Suripto di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2009).

Menurut politisi PKS ini, teror adalah risiko yang harus dihadapi oleh pejabat publik. Khususnya penegak hukum yang sering berurusan dengan perkara pidana.

Ia juga meminta agar ada penelusuran lebih lanjut tentang kasus ini. "Jangan sampai ada penyalahgunaan kewenangan dalam menggunakan penyadapan," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah mengaku telah melakukan pemantauan terhadap beberapa nomor ponsel atas permintaan Antasari. Nomor tersebut diduga sebagai pelaku teror terhadap Ida. Namun Chandra membantah jika nomor tersebut milik Rhani atau Nasrudin, sedangkan polisi menyatakan yang disadap adalah Rhani dan Nasrudin.

Namun menurut Suripto usai bertemu dengan KPK dan polisi, yang benar adalah bahwa nomor yang disadap tidak teregistrasi atas nama Nasruin dan Rhani. Namun pasutri itu menggunakan nomor tersebut.
(mad/nrl)


Berita Terkait