Kereta Lega Metropolitana

Laporan dari Roma

Kereta Lega Metropolitana

- detikNews
Selasa, 23 Jun 2009 12:00 WIB
Kereta Lega Metropolitana
Roma - Kereta bawah tanah adalah alat transportasi favorit selain bus untuk menjelajah Roma, Italia. Serba lega, itulah kesan pertamanya.

Kereta bawah tanah di Roma disebut Metropolitana atau disingkat Metro. Metro di Roma memiliki dua jalur trayek berbentuk X dengan titik persilangan di Stasiun Besar Termini.

Jalur ini terhitung sedikit untuk sebuah ibukota negara di Eropa. Metro Paris saja punya 14 trayek dan U Bahn Berlin punya 9 trayek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada sebuah lelucon. Pembangunan Metro lambat lantaran setiap menggali jalur Metro, mereka malah menemukan puing Romawi yang bersejarah," ujar Giovanni (32), warga Roma kepada wartawan detikcom, Fitraya Ramadhanny.

Nah, jika anda berlibur di Roma, bolehlah Metro menjadi pilihan berkeliling kota. Apalagi tiketnya sudah terintegrasi dengan Bus dan Tram. Penumpang bisa membeli tiket eceran seharga € 1, tiket harian (BIG) € 4, tiket 3 hari (BTI) € 11 atau tiket seminggu (CIS) € 11. BIG, BTI dan CIS sering menjadi pilihan karena turis menjadi bebas naik kendaraan apa saja.

Tiket bisa dibeli di loket atau mesin tiket otomatis seperti ATM di setiap stasiun. Di Roma, tiket juga bisa dibeli di warung-warung rokok alias Tabaccheria yang bertanda khusus. Jalan ke dalam stasiun Metro ditandai dengan logo M besar berwarna latar merah. Sebelum masuk peron, jangan lupa masukan tiket di pintu putar seperti di TransJakakarta.

Pada jam berangkat kerja, Metro di Roma bisa penuh juga. Saat detikcom mencoba Metro pada Senin pagi (8/6/2009) kondisi kereta cukup penuh. Penumpang berdiri namun tidak sampai berjejalan.

Satu hal yang menguntungkan adalah desain kereta yang cukup lega. Lebar gerbong Metro Roma sekitar 2,5 meter, lebih lebar dari Metro Paris yang berkisar 2 meter. Bangkunya pun berhadapan sehingga lebih banyak ruang untuk berdiri.

Kesan lega juga ada pada koridor-koridor menuju peron yang lebarnya 4-5 meter. Bentuknya pun lurus-lurus saja. Bandingkan dengan koridor stasiun Metro Paris yang lebih sempit, banyak belokan dan persimpangan, sehingga lebih membingungkan untuk turis yang baru datang.

Soal ketepatan waktu, itu adalah prioritas utama. Metro akan datang setiap 4 menit sekali. Anda pun tidak perlu menunggu lama dan bisa segera berangkat. Wussh! (fay/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads