"Masih menyembur sekitar setengah meter," ujar Kepala Desa Walikukun, Asep Faturrahman, kepada detikcom, Selasa (23/6/2009).
Semburan membuat 3 petak sawah tergenang lumpur, sedangkan 3 hektar lainnya tergenang air. "Air ini juga sudah mengikis pondasi bawah Posdeskes," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini akan ada tim dari Bandung yang meneliti semburan itu. "Tim provinsi akan meluncur ke lapangan dan akan bergotong royong dengan para warga untuk membuat tempat untuk manampung lumpur," tuturnya.
Akibat kejadian ini, sambung Asep, banyak warga luar kota yang datang ke Kampung Astana Agunguntuk melihat lebih dekat semburan lumpur tersebut.
"Banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat ingin melihat, mereka ingin membandingkan semburan yang terjadi di sini dengan semburan lumpur Lapindo," pungkasnya.
(fiq/nrl)











































