"Setahu saya kalau kolagen dibolehkan, silikon yang tidak," kata salah satu korban Agnes (31) saat melapor ke Polres Jakarta Selatan, Senin (22/6/2009).
Tetapi, sebagai orang awam Agnes tidak dapat membedakan keduanya. Ia pun menurut saja saat disuntik di apartemennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja pada tahun 2008, ia mengalami sakit-sakit usai penyuntikan. Bengkak bernanah di muka dan bagian tubuh lain membuatnya dirawat di RS Pondok Indah, Jakarta.
"Tapi saya tidak mengaku ke dokter karena obat Jeng Mery. Saya malu," katanya.
Selama bertahun-tahun itu, Agnes mencari dokter gadungan tersebut. Tetapi nihil. Sebab, praktik Mery alias Asmari berpindah-pindah tempat alias door to door.
"Dia terkenal dikalangan model, artis bahkan ibu pejabat," ungkapnya.
Dengan tertangkapnya Mery oleh polisi Polsektro Mampang beberapa waktu lalu membuat Agnes geregetan. Selain minta dihukum setimpal, ia juga berharap tidak ada lagi korban yang terjerat rayuan Mery.
"Sudah kapok. Teman-teman jangan ikut-ikutlah. Cukup saya saja," kata perempuan berbaju putih ini.
(Ari/ken)











































