Pasien menjalani perawatan di ruang perawatan khusus flu burung dan H1N1. Ketua Tim Penanggulangan Virus A-H1N1 RSUP Sanglah dr Agus Somia di RSUP Sanglah, jalan Pulau Nias, Denpasar, Senin (22/6/2009) mengatakan Bobie sebelumnya dirawat di klinik itu karena kondisi badannya yang memburuk sejak tiba di Bali, Jumat lalu.
Bobie memiliki riwayat menderita sakit panas disertai keluhan batuk dan pilek ketika masih di Australia sepekan lalu. Setelah kondisinya membaik, ia berlibur dengan sejumlah rekannya ke Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat memeriksakan kesehatannya di klinik itu diketahui suhu tubuh Bobie mencapai 38 derajat Celcius. Pihak klinik merujuk Bobie ke RSUP Sanglah dengan pertimbangan pasien menetap di Australia. Negara kangguru ini merupakan salah satu negara yang sudah ditemukan virus H1N1 hingga menimbulkan kematian.
Tim dokter RSUP Sanglah telah mengambil sampel darah dan hapusan cairan tenggorokan pasien untuk dikirim ke Balai Penelitian Veteriner di Bogor, Jawa Barat. Pihak rumah sakit juga melakukan pemeriksaan VCR (Visual Conversion Reaction) dan serologi terhadap Bobie dan dua orang rekannya.
"Hasil laboratorium diketahui maksimal dua hari lagi," kata Somia. Sebelumnya, dua WN asing, yaitu asal Belanda dan Jepang, pada Mei lalu. Hasil pemeriksaan, dua pasien ini negatif terjangkit virus H1N1. Mereka pun melanjutkan liburannya di pulau Dewata.
(gds/ken)











































