"Ya. Bisa ditafsirkan sendirilah," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2009).
Keterangan sejumlah saksi dari tim IT KPK menunjukkan keterlibatan Antasari dalam pembunuhan Nasrudin. Karena penyadapan yang dilakukan tim KPK terhadap telepon Rhani dan Nasrudin tidak ada kaitannya dengan kasus korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Iriawan mengatakan bahwa Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra Hamzah mengakui penyadapan tersebut diperintahkan oleh Antasari. "Memang ada dilakukan oleh Pak Chandra atas perintah Pak Antasari," lanjutnya.
Ada 5 nomor yang diketahui telah disadap oleh IT KPK. Dua di antaranya milik Rhani dan Nasrudin. "Yang tiga lagi, tanya KPK saja," kelit Iriawan.
Kamis pekan lalu, penyidik memeriksa Direktur Info dan Data KPK Budi Ibrahim serta 5 orang stafnya terkait penyadapan telepon Rhani dan Nasrudin. Polisi juga memeriksa Chandra pada Jum'at pekan lalu.
Selain bukti penyadapan, polisi juga telah mengumpulkan bukti lain. Di antaranya rekaman pertemuan yang terekam di cctv milik tersangka Sigid Haryo Wibisono. Sejumlah keterangan tersangka lainnya juga mengarah kepada keterlibatan Antasari.
(mei/nrl)










































