Perubahan Rezim di Iran Bisa Damaikan Hubungan Iran-Israel

Perubahan Rezim di Iran Bisa Damaikan Hubungan Iran-Israel

- detikNews
Senin, 22 Jun 2009 16:05 WIB
Perubahan Rezim di Iran Bisa Damaikan Hubungan Iran-Israel
Berlin - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ikut berkomentar mengenai krisis di Iran usai pemilihan presiden (pilpres) 12 Juni lalu. Hubungan damai antara Israel dan Iran mungkin tercipta jika pemimpin baru berkuasa di Iran. Demikian dicetuskan PM Israel Benjamin Netanyahu.

"Tak ada konflik antara rakyat Iran dan rakyat Israel dan di bawah rezim yang berbeda, hubungan baik yang pernah ada di masa lalu bisa pulih," kata Netanyahu dalam wawancara dengan harian Jerman, Bild .

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad secara resmi terpilih kembali dalam pemilihan presiden (pilpres) Iran 12 Juni lalu. Namun penantang utama Ahmadinejad, Mirhossein Mousavi memprotes kemenangan Ahmadinejad dan menuding pilpres telah diwarnai banyak kecurangan.

Akibatnya, aksi demo besar-besaran pun terjadi. Aksi yang dilakukan para pendukung Mousavi itu merupakan yang terbesar sejak Revolusi Islam tahun 1979 yang menggulingkan kekuasaan shah Iran yang didukung AS.

Dikatakan Netanyahu, dirinya tidak ragu kalau rakyat Iran akan memilih pemerintahan yang berbeda jika diizinkan untuk memilih secara bebas.

"Menurut saya, sifat asli rezim Iran telah terbuka kedoknya," kata Netanyahu pada Bild seperti dilansir kantor berita Reuters , Senin (22/6/2009).

"Yang kita lihat di Iran adalah keinginan besar pada sebagian rakyat Iran untuk bebas," pungkasnya.

(ita/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini