"Kita masih menunggu konfirmasi," kata Kepala Desa Walikukun Asep Fathurahman kepada detikcom via telephon, Senin (22/6/2009).
Saat ini Asep beserta pejabat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) menggelar rapat membahas penanganan lumpur, apalagi beberapa petak sawah warga telah terendam lumpur.
Lumpur bercapur gas methan ini menyembur sejak Sabtu (20/6) dinihari. Warga sekitar sangat khawatir semburan ini akan terjadi seperti lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. Para peneliti dari Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Banten sudah mendatangi lokasi dan melakukan penelitian terhadap semburan lumpur itu. (nrl/nrl)











































