"Proteslah kembali terhadap kebohongan dan kecurangan (pemilu)," kata Mousavi dalam website-nya seperti dikutip dari reuters, Minggu (21/6/2009).
"Saya berharap kekuatan militer menghindari kerusakan," kata dia.
Sebelumnya dikabarkan, 10 pengunjuk rasa pendukung Mousavi tewas pada Sabtu 20 Juni kemarin. Mantan Perdana Menteri Iran itupun mengatakan, peristiwa tersebut telah menyebabkan perpecahan antara masyarakat Iran dan militer.
Minggu petang, helikopter tampak berputar-putar di langit ibu kota Iran, Teheran. Rangkaian tembakan pun terdengar di Teheran utara.
Di distrik tersebut, para pendukung Mousavi naik ke atap setelah petang hari. Mereka menyenandungkan nyanyian-nyanyian bernada penentangan, suatu taktik yang pernah digunakan saat revolusi Iran tahun 1979.Β
"Saya mendengar tembakan-tembakan yang terus berulang saat orang-orang menyanyikan Allahuakbar di kawasan Niavaran," kata saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya.
Saksi mata lainnya mendegar tembakan di distrik Zaferaniyeh. Akan tetapi sementara ini tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban.
(irw/did)











































