"Kami sempat mengungsi, karena bau belerang benar-benar sangat menusuk," kata Ny Laeli Sapuro, warga yang tinggal sekitar 8 meter dari lokasi semburan lumpur, saat ditemui detikcom, Minggu (21/6/2009).
Saat lumpur menyembur pertama kali, bau belerang itu sangat menyengat. "Bahkan, bau belerang itu sampai tercium di masjid desa," kata Laeli. Jarak antara lokasi semburan lumpur dengan masjid sekitar 1 KM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi semburan lumpur ini sudah dipolice line oleh polisi. Lokasi semburan lumpur ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Mereka berdatangan ke lokasi untuk melihat perkembangan semburan lumpur itu.
Gas berbau belerang ini diyakini sebagai gas methan. Peneliti dari Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten sudah mendatangi lokasi dan mengukur kadar methan dalam semburan tersebut.
(asy/nrl)











































