Iran Kembali Panas, Obama Beri Warning

Iran Kembali Panas, Obama Beri Warning

- detikNews
Minggu, 21 Jun 2009 13:59 WIB
 Iran Kembali Panas, Obama Beri Warning
Teheran - Teheran kembali bergejolak. Bentrokan antara aparat kepolisian dan para demonstran anti Ahmadinejad seolah tak pernah berhenti. Hingga hari ketujuh setelah pemilu Iran, dilaporkan jatuh korban tewas.

Dalam bentrokan yang berlangsung Sabtu malam, satu orang kritis akibat luka tembakan. Sebelumnya, aksi bom bunuh diri juga sempat terjadi di depan makam pendiri Iran, Ayatullah Khumaini. Tiga tewas dan 3 orang luka-luka dalam kejadian ini.

Pihak keamanan menggunakan gas air mata, tongkat pemukul, dan peluru karet untuk membubarkan para demonstran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para polisi 'robot' itu memukuli kami dengan sadis. Laki-laki dan perempuan dipukuli," kata seorang pendemo kepada AFP, Minggu (21/6/2009).

Terkait insiden ini, Presiden AS Barack Obama pun ikut bersuara. Ia mengingatkan, kejadian di Irak sedang diawasi oleh seluruh dunia. Oleh karena itu, setiap aksi kekerasan harus segera dihentikan.

"Kami ingatkan pada pemerintah Iran, setiap nyawa adalah berharga," ucapnya.

Aksi demonstrasi di Iran berlangsung sejak pekan lalu. Presiden Iran Ahmadinejad dituding telah berbuat curang dalam menyelenggarakan pemilu. Sang penantang Husain Mousavi kemudian mengerahkan massa untuk turun ke jalan memprotes pemilu.

(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads