"Oh iya tadi malam sudah ada teror masuk di ponsel pribadi saya. Teleponnya dari no number," ujar Nazwita kepada detikcom, Sabtu (20/6/2009).
Nazwita mengaku, sang penelepon yang dia yakini sebagai suaminya itu mengancam rumahnya akan dilempar bom. "Selain itu di telepon diancam 'apa sudah punya persediaan nyawa untuk menghadapi kasus ini?'," kata Nazwita yang saat dihubungi tengah berada di jalan itu.
Nazwita santai saja menghadapi teror itu. Sebab dia merasa tidak punya musuh darimana pun.
"Kalau terjadi sesuatu hal terhadap semua ini, pelakunya Puji Raharjo, Asmaul Husna (istri lain Puji-red), dan orang-orang di sekelilingnya," jelasnya.
Nazwita juga tidak takut pergi ke mana-mana pascateror itu. Dia juga tidak menggunakan jasa keamanan untuk melindunginya.
"Sudah kami laporkan ke mana-mana, baik itu ke atasan suami maupun polisi, tapi tidak ditanggapi," kata wanita beranak satu ini. (nik/sho)










































