"Sekarang kalau seorang laki-laki dan perempuan di dalam kamar berdua ngapain sih? Ini sudah masuki harga diri, dia (Antasari) sering diteror," ujar perwira di Polda Metro Jaya, yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.
Namun, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iriawan, enggan berkomentar. Hanya saja menurutnya, semuanya dapat dilihat dari fakta yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca terpergoknya Antasari dan Rhani di dalam Kamar 802 Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan tahun 2008 lalu, Antasari kerap menerima teror. Bahkan teror tersebut sampai ke istri Antasari, Ida Laksmiwati.
Sebagai pejabat, dia tak ingin harga dirinya hancur akibat teror Nasrudin. Antasari pun kemudian menyampaikan teror tersebut ke Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Tidak hanya itu saja, Antasari ternyata menyuruh anak buahnya di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyadap telepon Nasrudin dan Rhani.
(mei/ndr)










































