Demikian hasil pemeriksaan polisi terhadap Rhani seperti diungkapkan Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (19/6/2009).
"Pasti berbeda, tapi dari rekonstruksi di Gran Mahakam, dia (Rhani) hapal betul yang dilakukan dengan Pak Antasari," jelas Iriawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu hak Pak Antasari. Tidak ada guru spiritual, dan di BAP hanya Rhani dan Antasari berdua," jelas Iriawan.
Tapi Iriawan enggan mengungkapkan pengakuan Rhani mengenai pertemuan itu. "Itu tidak etis untuk saya bicarakan," jelasnya.
Dia menjelaskan alasan pemberian perlindungan kepada Rhani karena untuk menjamin keamanannya. "Rhani masih dilindungi, pada saatnya wartawan akan diberi waktu," tambah Iriawan.
Pertemuan dengan Antasari itu pun oleh Rhani diberitahukan kepada Nasrudin. "Rhani memberitahu Nasrudin akan ada pertemuan dengan Antasari. Apakah Rhani dengan Nasrudin sudah menyiapkan skenario untuk menjebak Antasari?
"Itu bukan urusan kita," jelasnya.
Sedang mengenai rekaman CCTV rumah Sigid Haryo Wibisono saat ini masih diperiksa. "Belum selesai, tapi ada saksi satpam yang membuatkan minuman, sekretaris, dan pesuruh, mereka mengatakan Pak Antasari di rumah Sigid," tutupnya.
(ndr/iy)










































