PR menikah lagi dengan AH di Gorontalo pada 17 Oktober 2006. AH yang berprofesi sebagai CPNS itu membawa 4 orang anak.
"Mulai sejak tahun 2006 itu, sikap Pak PR mulai menjadi kasar," kata Nazwita saat ditemui detikcom di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2009).
Nazwita menceritakan, hubungannya dengan Jaksa PR pun 'goyang'. "Walaupun dalam satu bulan hanya pulang satu atau dua kali ke Jakarta untuk bertemu saya dan anak-anak. Sudah tidak ada lagi keharmonisan. Justru yang ada hanya perlakuan kasar dari Pak PR," beber Nazwita, yang berstatus istri kedua PR ini.
Dikatakan dia, Jaksa PR mulai dimutasi ke Kejagung pada tahun 2008. Jaksa PR kemudian memboyong AH beserta 4 anaknya ke Jakarta.
"Setelah dimutasi, Pak PR bersama istrinya Asmaul dan empat anaknya sudah mulai tinggal di Jakarta lagi. Tetapi tidak diketahui tinggal di mana, semua disembunyikan," ujar perempuan yang mengenakan batik.
Sejak itu, lanjut Nazwita, dirinya dan Jaksa PR sudah tidak tinggal bersama lagi.
Fauziah diketahui sebagai istri pertama PR. Fauziah berprofesi sebagai guru. Dari perkawinan itu membuahkan 4 orang anak. (aan/iy)










































