2 Saksi Beri Keterangan Berbeda Tentang David

Kematian Mahasiswa RI di Singapura

2 Saksi Beri Keterangan Berbeda Tentang David

- detikNews
Jumat, 19 Jun 2009 08:46 WIB
2 Saksi Beri Keterangan Berbeda Tentang David
Singapura - Dua saksi memberikan kesaksian berseberangan seputar David Hartanto Widjaja, mahasiswa Indonesia yang tewas di kampus Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Salah seorang saksi mengatakan bahwa David "tampak normal". Namun saksi lainnya menyebut David seperti pemuda yang bermasalah.

Kedua saksi tersebut merupakan teman David sesama mahasiswa NTU. Keduanya adalah Nolang Fanani dan Edwin Lesmana Tjiong, teman dekat David dari Indonesia.

Diakui keduanya, mereka tidak begitu dekat dengan David saat di kampus NTU. Namun mereka masih berhubungan dan kebanyakan melalui online messenger MSN. Demikian seperti diberitakan harian Singapura, Straits Times , Jumat (19/6/2009).

Fanani mengungkapkan, David terlihat normal saat berjalan sekitar 200 meter di depannya menuju School of Electrical & Electronic Engineering. Saat itu David tidak terlihat buru-buru. Tas ranselnya tergantung seperti biasanya di bahu David.

Fanani menyampaikan keterangan itu dalam lanjutan sidang pengadilan koroner atas kematian David yang digelar di Singapura pada Jumat, 18 Juni kemarin. Fanani merupakan saksi yang melihat David beberapa menit sebelum mendiang diduga menikam Profesor Chan Kap Luk di ruang kerjanya.

Namun keterangan itu berbeda dengan Tjiong yang satu gereja dengan David di Queenstown. Dikatakannya, David belakangan jarang ke gereja. Padahal tadinya dia selalu pergi ke gereja. Hal itu menimbulkan pertanyaan sejumlah jemaat gereja.

Menurut Tjiong, dirinya dan dua jemaat gereja lainnya pergi ke kamar asrama David sepekan sebelum kematiannya. Maksud kedatangan mereka untuk memberikan "bantuan dan dukungan". Namun saat itu David tidak berada di tempat.

Diungkapkan Tjiong, ketika dirinya menanyakan David tentang skripsinya, David menjawab bahwa itu "buruk dan bermasalah". Namun David tidak berkata apa-apa lagi mengenai skripsinya, ataupun mengenai Prof Chan ataupun soal beasiswanya yang telah berakhir.

Fanani dan Tjiong termasuk di antara sembilan orang yang namanya diajukan oleh keluarga David sebagai saksi pengadilan.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads