Media pemerintah Iran, Press TV menyalahkan Washington atas intervensi dalam kerusuhan berdarah di negeri itu yang terjadi setelah pengumuman hasil pilpres Iran.
Dilaporkan media itu, pemerintah Iran memanggil Duta Besar Swiss yang mewakili kepentingan AS di Iran guna menyampaikan komplain mengenai intevensi AS. Demikian seperti diberitakan Reuters , Kamis (18/6/2009).
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS membantah tudingan itu. Ditegaskannya, AS tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran. Presiden AS Barack Obama sebelumnya juga telah menegaskan bahwa pihaknya tak ingin ikut campur dalam masalah ini. Ditekankan Obama bahwa terserah pada rakyat Iran untuk memutuskan siapa pemimpin negara mereka.
Kerusuhan di Iran bermula dari kemenangan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pilpres AS. Penantang utama Ahmadinejad, Mir Hossein Mousavi sebelumnya telah mengklaim dirinya memenangi pilpres.
Dengan kekalahannya, Mousavi meminta pilpres dibatalkan dan digelar pemilihan ulang. Mousavi juga menyerukan para pendukungnya untuk terus menggelar aksi demo menentang kemenangan Ahmadinejad. Mousavi bersikeras bahwa kubu Ahmadinejad telah melakukan banyak kecurangan dalam pilpres.
(ita/iy)











































