"Departemen ESDM akan melakukan audit teknis, khususnya yang menyangkut keselamatan kerja pada seluruh tambang bawah tanah. Terutama yang beroperasi di Kota Sawahlunto," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Departemen ESDM Sutisna Prawira dalam rilisnya, Rabu (17/6/2009).
Hasil audit teknis ini nantinya akan menjadi rekomendasi untuk dilaksanakan Pemerintah Kota Sawahlunto. Hingga saat ini Pemkot Sawahlunto telah menerbitkan 13 Kuasa Pertambangan (KP) Eksploitasi, 10 di antaranya tambang bawah tanah dan ditutup Walikota Sawahlunto efektif mulai 17 Juni 2009.
Sedangkan dugaan sementara tambang meledak karena konsentrasi gas metana (CH4) terlalu tinggi dan minim ventilasi.
"Penambangan dilakukan secara manual menggunakan alat gali belincong dengan membuat lubang-lubang masuk di dalam lapisan batubara tanpa ada ventilasi memadai, hanya mengandalkan ventilasi alami,"
Sutisna menambahkan ketebalan lapisan batubara yang digali mencapai 2,5 meter. Ledakan diduga karena ledakan gas metana (CH4).
"Efek ledakan mengakibatkan adanya lemparan material hingga sejauh 150 meter dari mulut tambang. Dan terlemparnya 14 orang yang berada pada jarak sekitar 50 meter dari tambang," imbuhnya.
Departemen ESDM, lanjut Sutisna, telah menerjunkan Tim Penanggulangan. Tim itu berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sawah Lunto, Kepala Teknik Tambang PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin dan Kepala Teknik Tambang PT Allied Indo Coal.
Hingga kini karena kecelakaan kerja tersebut, diketahui 32 orang tewas (31 dievakuasi dari lubang tambang dan seorang lainnya di luar tambang. Dan diduga 1 orang masih di dalam lubang tambang dan belum diketahui kondisinya. Sedangkan korban luka 13 orang.
Menurut data ESDM, tambang batubara yang meledak di BUkit BUal/Ngalau Cigak, Talawi, Kota Sawahlunto, Sumbar ini adalah wilayah Kuasa Pertambangan (KP) Eksploitasi batubara PT Dasrat Sarana Arang Sejati. KP Eksploitasi perusahaan itu diterbitkan Walikota Sawahlunto berdasarkan SK No 05.39/PERINDAKOP/2006 berlaku mulai 2 Juni 2006 sampai 2 Juni 2011. Pelaksana penambangan adalah CV Cipta Perdana.
(nwk/nwk)











































