Cegah KDRT, Pasangan Mau Nikah Harus Rasional

Kasus Manohara & Cici Paramida

Cegah KDRT, Pasangan Mau Nikah Harus Rasional

- detikNews
Rabu, 17 Jun 2009 15:05 WIB
Cegah KDRT, Pasangan Mau Nikah Harus Rasional
Jakarta - Pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan harus menyadari kesetaraan dirinya dengan pasangannya. Dengan demikian, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seperti yang menimpa Manohara Odelia Pinot dan Cici Paramida dapat dicegah dari dini.

"Membangun lembaga perkawinan harus dimulai dari kesetaraan. Kalo orang pacaran sering bermula dari ketidakrasionalitasan," ujar Manager Riset LSM Perempuan Kalyanamitra, Hegel Terome saat berbincang dengan detikcom, Rabu (17/6/2009).

Hegel lantas menjelaskan perbedaan masyarakat Indonesia dengan orang barat dalam mengantisipasi KDRT. Di negara barat, sebelum menikah pasangan telah membuat kesepakatan tentang banyak hal terkait hubungan mereka setelah menikah.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bangun rumah tangga dari awal semua sudah dibahas, pembagian harta, dll. Sehingga semua jelas dan KDRT dapat dihindari, walaupun menyebabkan orang menjadi jarang nikah karena banyaknya pertimbangan untuk nikah," ujarnya.

Hegel menjelaskan KDRT merupakan kekerasan berbasis gender. Kekerasan tersebut biasa terjadi karena adanya ketimpangan kekuasaan antara istri dan suami. "Misalkan suami dari kondisi orang kaya, dia punya akses untuk memperlakukan istri dengan semena-mena," imbuhnya.

Berdasarkan hasil penelitian, KDRT juga seringkali dimulai dari posisi ekonomi. "Banyak istri tergantung dari suaminya, lalu para suami punya modal dan suami bisa merasa menjadikan istri sebuah benda. Karena posisi ekonomi yang rentan," ujarnya.

Disinggung apakah ada laki-laki yang mengalami KDRT, Hegel membenarkannya. Hanya saja, keadaan di Indonesia agak berbeda dengan negara-negara maju. "Ada juga, laki-laki dengan posisi ekonomi lemah yang bergantung dengan istrinya itu bisa (memicu) KDRT," ujarnya.

"Kalau di Indonesia kan yang terekspos laki-laki itu stres, mabuk, lalu mukul orang. Jadi sisi macho-nya yang diperlihatkan. Padahal ada juga yang tergantung pada istrinya," imbuh Hegel.

(amd/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads