"Tiap lima menit terjadi sembilan sampai sebelas kali letusan," kata Mutahar Lin, Ketua Pos Pengamatan Gunungapi Rinjani di Sembalun, kaki gunung Rinjani. Letusan terjadi terus menerus tanpa henti.
Aktivitas Rinjani terus meningkat sejak 6 Juni lalu. Sebelumnya aktivitas gunung api tertinggi kedua di Indonesia ini sempat mereda sejak mulai meletus 2 Mei lalu.
Β
Akumulasi asap letusan bahkan terlihat dari Kota Mataram yang jaraknya 90 kilometer dari Rinjani. Asap letusan membumbung hingga 3.876 meter diatas permukaan laut. Asap berwarna cokelat hitam terlihat pada pagi hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mutahar mengatakan letusan berupa lava pijar atau strombolian. Pada siang hari, letusan hanya terlihat seperti asap. Namun saat gelap letusan berupa semburan api terlihat jelas.
(djo/djo)











































