Banyak Ledakan dan Kebakaran, Intelijen Harus Superaktif

Banyak Ledakan dan Kebakaran, Intelijen Harus Superaktif

- detikNews
Rabu, 17 Jun 2009 11:15 WIB
Banyak Ledakan dan Kebakaran, Intelijen Harus Superaktif
Jakarta - Berita soal ledakan dan kebakaran di objek-objek vital seakan menjadi konsumsi biasa hari-hari terakhir ini. Peristiwa terakhir, gedung simulasi yang juga menyimpan alat peledak di Mako Brimob Kepala Dua, Depok, terbakar dan meledak. Untung saja, ledakan tidak begitu besar sehingga tak menimbulkan korban jiwa.

Anggota Komisi III DPR Suripto curiga, rentetan kebakaran dan ledakan itu berhubungan erat dengan Pilpres 2009.

"Kemarin ada kebakaran di depot milik Pertamina, terus ada kebakaran di pangkalan minyak, sekarang ada ledakan di Mako Brimob. Pertanyaan kita, ini insiden atau sabotase?" tanya politisi asal PKS ini kepada detikcom, Rabu (17/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Suripto meminta para agen intelijen lebih aktif dalam menyelidiki rentetan peristiwa yang telah terjadi. Suripto khawatir, kebakaran dan ledakan yang terjadi merupakan sabotase yang sengaja dibuat untuk mengganggu jalannya pemilihan presiden.

"Kita kan tahu semua kandidat calon presiden kan ada unsur militernya, intelijen harus menyoroti ini dengan serius. Semua kan tahu kalau militer itu sangat dikenal dengan doktrin militer dan ada juga sabotase," kata Suripto.

Rentetan kebakaran dan ledakan dimulai sejak Sabtu 13 Juni dengan kebakaran di depot pengisian elpiji di Pelabuhan Makassar. 1 orang meninggal dunia.

Menjelang sore di hari yang sama, kebakaran hebat juga terjadi di pangkalan minyak di Cililitan, Jakarta Timur. 3 Karyawan tewas terbakar.

Ledakan juga terjadi di tambang batubara Sijunjung, Sumatera Barat. Depkes melansir, korban tewas mencapai 26 orang. Hingga kini, 14 orang hilang.

(ken/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads