6 Mayat Penambang Dievakuasi, Puluhan Lainnya Masih Terperangkap

Tambang Meledak di Sumbar

6 Mayat Penambang Dievakuasi, Puluhan Lainnya Masih Terperangkap

- detikNews
Selasa, 16 Jun 2009 18:11 WIB
 6 Mayat Penambang Dievakuasi, Puluhan Lainnya Masih Terperangkap
Padang - Tim SAR gabungan dari Dinas Kesehatan dan kepolisian berhasil mengevakuasi enam mayat penambang yang tewas akibat ledakan tambang batubara di Bukit Bual, Nagari V Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (16/6/2009) sore. Dua puluh-an penambang lainnya sejauh ini masih terkubur dalam lubang tambang sedalam 30 meter tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, di RSUD Sawahlunto terdapat satu korban tewas yang belum bisa diidentifikasi karena tubuhnya hangus terbakar. Selain itu, rumah sakit tersebut juga merawat 9 korban lainnya yang berhasil selamat. Dari 9 korban selamat itu dua diantaranya
kritis, yakni Afriadi (19) tahun dan Son (61).

Kepala Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edward, kepada detikcom mengatakan sepuluh orang yang berada di sekitar lubang tambang ketika ledakan terjadi mengalami luka bakar sementara lebih dua puluh penambang yang masih berada dalam lubang tambang diperkirakan tewas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berkemungkinan korban yang masih terperangkap tewas akibat kehabisan oksigen," katanya.

Dikatakan Ade, aktivitas penambangan liar oleh masyarakat Sawahlunto dan Sijunjung itu sangat tidak aman dan hanya menggunakan perlengkapan penambangan seadanya. Mereka melakukan penggalian tanpa bantuan oksigen dari luar. Selain itu, mereka juga tidak mempertimbangkan pentingnya ventilasi udara agar gas metan yang berbahaya dapat keluar.

"Rata-rata lubang tambang yang dibuat secara liar itu mencapai kedalaman 100 meter. Kejadian ini harus mendapat perhatian serius karena bukan yang pertama kali," tukas Ade.

(yon/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini