"Sungguh ini fitnah yang sangat keji dilakukan Polda Riau. Sudah suami saya meninggal, mereka menudingnya sebagai bandit. Katanya lagi saat ditembak memiliki senjata api. Orang mati saja masih difitnah,โ kata Nurhayati istri Edikson dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (16/06/2009).
Uneg-uneg ini dia sampaikan karena kesal dengan berita di berbagai media massa lokal yang mengutip penjelasan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli. Disebutkan dalam berita, Edikson adalah anggota komplotan bandit. Saat ditembak tim gabungan Polres Siak dan Poltabes Pekanbaru, persi Polda Riau, Edikson memiliki senjata api.
"Senjata api dan tudingan suami saya bandit fitnah besar yang menghancurkan hati saya dan kelak akan merusak mental anak-anak saya. Mereka bilang ada senjata api, itu hanya untuk melakukan pembenaran atas kesalahan mereka yang sudah menembak suami saya. Sungguh keji sekali polisi ini," kata Nuhayati.
Nurhayati sangat menyesalkan sikap Polda Riau yang berani memberikan keterangan pers tanpa didukung data awal yang akurat. Dia pun meminta 'kesaksian palsu' yang diberikan Polda Riau ituย diusut tuntas Mabes Polri.
"Kalau Polda Riau menyebut waktu itu belum didukung fakta, kenapa mereka memaksakan bicara suami saya bandit dan memiliki s senjata api. Lantas itu data awal dari siapa? Kok seenaknya berbicara kalau belum memiliki fakta," tutur Nurhayati.
(cha/djo)











































