"Sampai saat ini, secara resmi Polda Riau belum menyatakan maaf atas kasus kematian suami saya. Boleh saja mereka minta maaf di media, namun dengan saya selaku istrinya belum pernah dilakukan Polda Riau," kata Nurhayati (30) janda alhamrhum Edikson, korban salah tembak dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (16/06/2008).
Ibu tiga anak yang tengah mengandung 7 bulan ini menegaskan, pascakematian suaminya, dirinya belum pernah dikunjungi para petinggi Polda Riau untuk memberikan kata maaf.
"Polisi memang ada yang datang meminta maaf, tapi yang datang itukan hanya anggota saja. Malah ketika kasus salah tembak ini saya laporkan ke Polda Riau, tidak ada tanggapan apapun. Itu sebabnya, masalah ini kami laporkan ke Mabes Polri dan Komnas HAM," kata Nurhayati.
Dia menyebut, suaminya tewas setelah ditembak tim gabungan Reserse Polres Siak dan Poltabes Pekanbaru. Edison diduga sebagai anggota komplotan perampok yang dipimpin Anggiat Hutagaol.
Tapi rupanya polisi sendiri belum mengenali wajah orang yang sudah menjadi TO mereka. Walhasil karena tidak mengenali targetnya, polisi lantas main tembak di warung kopi Pasar Minggu, Kandis, Kabupaten Siak. Edikson pun tewas dengan luka tembak di bagian kepala belakang dan menembus ke pipinya.
(cha/djo)











































